Uncategorized

Tentang Impian

Berbicara tentang impian, saya belum ingin berbicara tentang jalan-jalan ke luar negeri atau mobil/rumah gratis dulu. Bukan, bukan itu yang ada dalam benak saya saat ini. Impian saya terbilang biasa dan sering diimpikan masyarakat pada umumnya, berlebaran dengan keluarga di Jawa.

images6

Saya tinggal di perantauan, jauh dari keuarga. Biarpun kata pepatah, jauh di mata dekat di hati, tapi tetap, yang jauh tetaplah jauh. Orang-orang yang biasa mengelilingi saya sudah berganti wajah. Tanah yang saya injak pun sudah tak lagi berwarna hitam, namun digantikan oleh warna merah bata. Pantai dan laut yang dulu harus saya tempuh selama berjam-jam, kini telah terlihat hanya dengan bermotor 15 menit saja.

Terpisah oleh jarak ribuan kilometer dengan keluarga, tentu membuat saya tidak bisa wira-wiri pulang seenaknya. Selain itu, tentunya biaya transportasi juga tidak terbilang murah. Tiket ferry, tiket pesawat, tiket bus/travel. Hemmm, jika ditotal, sekali jalan (untuk saya, suami dan anak) bisa mencapai 1,5 jt s/d 2 jt rupiah di hari kerja belum di hari libur atau lebaran.

Suami saya bekerja 5 hari dalam 1 minggu. Karena bukan berprofesi sebagai guru, ketika libur sekolah suami saya tetap bekerja. Maka dari itu, lebaran merupakan momen spesial untuk suami dan saya karena ada perpanjangan masa libur. Momen lebaran inilah yang kami manfaatkan untuk pulang kampung dan bersua dengan keluarga. Senang rasanya hati ini tatkala lebaran sudah di depan mata.

Menyinggung kata lebaran, berarti setali tiga uang menodong ongkos transportasi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya transportasi menjelang maupun setelah lebaran pasti mengalami kenaikan tariff yang signifikan. Normalnya tiket pesawat IDR 600.000,00 dengan ringannya akan melejit menjadi IDR 1.500.000,00. Itu artinya saya butuh (2xIDR 1.500.000,00) + (10%xIDR 1.500.000,00) = IDR 3.150.000,00. 10% dari harga tiket adalah biaya tiket untuk anak balita saya. Angka tersebut baru untuk tiket pesawat 1 kali jalan, berarti untuk perjalanan pulang pergi saya butuh IDR 6.300.000,00. tiket pesawat murah

Pertanyaannya, apakah biaya mudik saya hanya untuk tiket pesawat? TIDAK. Saya perlu biaya tiket ferry dan bis/travel yang tarifnya pasti juga ikut melonjak. Saya perlu membawa buah tangan untuk orang tua, keluarga dan tetangga. Saya perlu menyiapkan “amplop” untuk keponakan, sepupu, tetangga. Oke, dari semua biaya yang saya sebutkan di atas, katakanlah untuk mudik lebaran saya harus menyiapkan budget kira-kira IDR 10.000.000,00. WOW!!! Angka yang fantastis bukan untuk dikeluarkan dalam hitungan hari?

Pengeluaran “WOW” tadi untuk saya dan suami tentu tak bisa disepelekan. Sebagai pasangan muda perantauan, masih banyak kebutuhan primer yang ingin kami wujudkan. Rumah salah satunya. Di tanah rantau untuk bisa membangun sebuah rumah sederhana, bukan design atau bahan bangunan yang terlintas. Tapi terlebih dahulu kami harus mempunyai tanah. Kalau tak punya tanah, mau bangun rumah dimana?

Sebagai kepala rumah tangga, saya mengerti bahwa tanggung jawab suami begitu besar. Memastikan kebutuhan anak dan saya tercukupi, menabung untuk membangun rumah dan pendidikan anak kelak, bayar kontrakan tiap bulan, dsb . Sadar akan banyaknya keperluan, saya pun enggan rasanya untuk ngotot pulang kampung ketika lebaran. Sayang di ongkos. Lebih baik alokasi dana mudik tadi ditabung untuk keperluan jangka panjang. Rasa kangen kumpul keluarga ya diempet (baca: ditahan) dulu.

Namun, setelah saya renungkan dan pikirkan, kok rasa-rasanya ada yg harus dirubah dan ditambah. Iya, betul sekali. Memang harus ada yang dirubah dan ditambah. Seharusnya bukan acara mudik yang dirubah tapi penghasilan lah yang harus ditambah.

Akhirnya saya memutuskan untuk kembali bekerja. Sayang, suami enggan memberi licensi. Baiklah kalau begitu, berarti saya harus bisa berpenghasilan dari rumah. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan. Saya dipertemukan dengan Oriflame dan d’BC Network. Oriflame menawarkan success plan-nya dan d’BC Network menawarkan tools-nya. KLOP. Saya tinggal fokus bekerja.

Oriflame

Rasa syukur kembali terucap ketika saya dipertemukan dengan para leader luar biasa yang dengan telaten membimbing, mendampingi, dan mengarahkan perjalanan bisnis saya. Tiap hari ada saja lemparan ‘kompor’ meledak penyulut semangat yang kadang up and down.

Cukup berhenti disana kah rasa syukur saya? Tentu tidak. Alhamdulillah, terima kasih Tuhan telah mengirimkan mereka yang semisi dan sevisi ke tim saya. Tidak mudah memang menemukan teman yang bersedia dengan sukarela melakoni bisnis ini. Namun, saya cukup bahagia karena saat ini saya mempunyai tim yang super hebat. Mereka datang dari berbagai profesi, ibu rumah tangga, karyawan, perawat, guru, dosen, PNS, mahasiswa. Alhamdulillah. Semoga bisa tetap amanah. Saya bukan apa-apa tanpa mereka. Terima kasih tim. I love you full.

10

Sampai detik tulisan ini diketik, saya merasa semakin dekat dengan impian saya. Bukan puluhan juta yang ingin saya raih saat ini, cukup dengan IDR 4.000.000,00 s/d IDR 5.000.000,00 per bulan. Semoga, lebaran nanti sudah terkumpul IDR 10.000.000,00 sehingga saya bisa berlebaran dengan keluarga. Bismillah, pasti bisa.

Penajam Paser Utara, Dec 8, 2015

11.52 a.m. WITA

Independent Oriflame Manager

Trisnie Sofyan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s