Fun in Business

Oriflame Bisnis Sapi Perah?

sapi perah

“Tuh kan bisnis sapi perah. Yang baru kamu omongin itu tadi kan sistemnya MLM banget. Upline nggak kerja, tapi ikut menikmati hasil kerja keras downline di lapangan.”

 

Semangat Oriiiii….!!!

HellLLLooowwwww………..!!! ^_^

Happy holiday buddies 🙂

Ceritanya hari ini Trisnie mau JJM bareng HB. Tapi gatot gatot gatoooottt. Tuhan  berkehendak lain. Cuaca amat sangat tidak mendukung. Hujan sudah mengguyur kelurahan Petung kecamatan Penajam kabupaten Penajam Paser Utara sejak tadi pagi. Wuuuuaaaaa…..nangis gulung-gulung 😥 Tapi ya udahlah, diambil hikmahnya aja 🙂 Pending job dari kemarin akhirnya tersentuh juga. Mudah-mudahan hari ini kelar buat tulisan baru di blog ini.

Well, hari ini Trisnie mau sharing tentang bisnis oriflame guys. Buat kamu yang lagi cari-cari informasi tentang sistem bisnisnya oriflame, semoga tulisan ini dapat membantu meluruskan niat kamu ya. Loh kok gitu? Iya dong. Meluruskan niat. Jika dari awal niat kamu hanya sekedar ingin tahu, mudah-mudahan tulisan ini menjawab dengan jelas dan tuntas rasa penasaran yang menggelitik otak kamu. Jika niat kamu memang sedang mencari tahu informasi bisnis oriflame sebanyak-banyaknya untuk memulai bisnisnya, semoga setelah membaca tulisan ini tak ada lagi keraguan yang masih bergelayut di kepada dan dada. Tambahan ya, jika niat kamu sedang mencari informasi bisnis, semoga setelah membaca tulisan ini, kamu bisa menambahkan 1 opsi baru untuk menentukan masa depan kamu.

Udah ya, kita mulai yuuuk ^_^

Oriflame itu sebenarnya bisnis apaan si? Kok ada yang bilang ya kalau oriflame itu bisnis sapi perah. Bener nggak tu?

Hehehe….ada-ada saja. Oriflame itu bisnis untuk manusia ya, bukan untuk hewan. Jadi, nggak ada sapi di oriflame, apalagi bisnis merahin sapi. Yang ada adalah bisnis memasarkan dan merekrut.

Oriflame adalah bisnis yang menggabungkan sistem Direct Selling (Penjualan Langsung) dan Multi Level Marketing (MLM).

Istilah direct selling merujuk pada aktifitas penjualan barang-barang atau produk langsung kepada konsumen, dimana aktifitas penjualan tersebut dilakukan oleh seorang penjual langsung (direct seller) dengan disertai penjelasan, presentasi atau demo produk. Praktek-praktek direct selling sesungguhnya sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala. Esensinya adalah adanya tenaga penjual independen yang menjualkan produk atau barang dari produsen tertentu kepada konsumen.

Sedangkan pengertian Multi Level Marketing (MLM) menurut wikipedia adalah sistem penjualan berkelompok melalui keanggotaan yang membentuk tim pemasaran secara bertingkat. Maksudnya bagaimana? Begini, misal A adalah orang pertama yang menjalankan bisnis ini. Selanjutnya si A mencari 3 orang yang siap menjalankan bisnis. Katakanlah si A mengajak si B, si C, dan si D. Ketika telah terbentuk formasi seperti ini, maka si A selanjutnya disebut sebagai upline dan si B, si C, si D disebut sebagai downline. Upline adalah orang yang lebih dulu menjalankan bisnis, sedangkan downline adalah orang yang direkrut atau diajak upline untuk memperluas jaringan.

Kemudian, pertanyan yang muncul adalah, apakah si B, si C, si D harus mencari downline juga? Tentu saja, masing-masing dari mereka harus mencari atau merekrut downline-downline baru untuk memperluas jaringan. Karena merekrut adalah nyawa bisnis ini. Sehingga mau tidak mau, tidak ada pilihan lain, selain harus mau merekrut jika ingin mendapatkan bonus yang besar seperti jenjang karir di Success Plan Oriflame.

Sampai disini biasanya Trisnie langsung ditodong kalimat kaya gini guys, “Tuh kan bisnis sapi perah. Yang baru kamu omongin itu tadi kan sistemnya MLM banget. Upline nggak kerja, tapi ikut menikmati hasil kerja keras downline di lapangan.”

Oke guys, tenang dulu ya. Biar Trisnie selesaiin penjelasannya. Tahan dulu ya emosinya ^_^

Oriflame memang mengadopsi sistem kerja MLM. Tapi dalam menjalankannya ada syarat-syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh upline dan downline. Salah satu syarat mutlak yang wajib dipenuhi konsultan oriflame adalah, tutup poin 100 BP tiap bulan. Bukan hanya downline yang dibebani syarat ini, tapi upline juga harus memikulnya guna mencairkan bonus bulanan.

Betul sekali bahwa poin yang diperoleh downline secara otomatis menambah poin pribadi upline dan mendongkrak si upline untuk naik ke level yang lebih tinggi dengan reward dan bonus yang lebih menggiurkan pula tentunya. Walaupun secara level upline berhasil naik kelas, namun reward dan bonus di level tersebut hanya bisa cair kalau si upline tadi sanggup memenuhi 100 BP. Tanpa itu, upline hanya bisa menikmati kenaikan level tanpa mencicipi reward dan bonus.

Oriflame, dengan menerapkan sistem MLM seperti ini, berusaha berlaku adil dalam menjaga dan melindungi hak-hak para konsultannya. Jadi, tidak ada downline yang merasa dirugikan apalagi dijadikan sapi perah ataupun upline yang diuntungkan dan dimanjakan oleh kerja keras downline. Fair ya.

Naaahhh….udah jelas kan MLM-nya oriflame itu kaya apa? Jadi, tolong ubah mindset kamu tentang adanya praktek sapi perah di oriflame ya guys. Oriflame itu bisnis MLM legal bersertifikat APLI bukan skema piramida apalagi money game. Tak perlu takut untuk memulai bisnis ini. Semua orang bisa sukses di oriflame kok asal berani kerja keras, berani capek, berani sabar, dan berani tawakal.

Bismillah ya….

Insya Allah bisa!!! B I S A!!! B I S A!!! B I S A!!!

$$$$$$$$$$

Penajam Paser Utara, January 26, 2014

15.30 p.m

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan

Advertisements
Senyum Ori

PHP

Semangat Oriiiiiii……!!!

Hollla..hollllaaaaa…holllaaaaaaaaaaaaaaaa ^_^

Pernah kena PHP gebetan??? Kasiaaan 😀

Saya??? PHP??? Hehehe, ni salah satu ceritanya 😉

 

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Dia:
“Trisnie, jd member di oriflame berapa modal? Mahal ya?”

Saya:
“Mahal dong. 49rb kok”

Dia:
“Loh modal segitu kok kamu bilang mahal?”

Saya:
“Trus kalo menurut kamu nggak mahal, kenapa pake lama ngrespon ajakan buat join oriflame?”

Dia:
“Hehehe…ntar dulu deh. Ribet liat kamu aja”

Saya:
“Sukanya kok liat orang ribet, nggak pengen jadi sok ribet juga? :-D”

Dia:
“Iyaaaa, nanti ya. Kamu jalan dulu aja, nanti aku nyusul.”

Saya:
“Yakin bisa nyusul? Nggak takut ketinggalan?”

Dia:
“Tungguinnn dong”

Saya:
“OGAH. Pengen sukses kok lama 😛 ”

😀  😀  😀  😀  😀

Penajam Paser Utara, Jan 16, 2014

10.11 p.m (WITA)

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan

Fun in Business

Promo Oriflame Januari 2014

Semangat Oriiiiii…….!!!

Belum juga hingar bingar tahun baru  lepas dari pelupuk mata, eeeehhh, Oriflame juga kasih kejutan yang nggak kalah heboh dari suara petasan dan kembang api di tahun baru. Dijamin deh, kamu bakal too exited dengan teriakan-teriakan girang kamu sendiri. Ada apa si di Januari-nya Oriflame??? Yuuuk intip 😀Image

Blink-blinknya Januari ^^

Mau jam tangan cakep ini melingkar di tangan cantikmu? Atau mau tambahan cincin tuk mempermanis jari manismu? Bisa jadi…bisa jadi ^^

Caranya:
– Gabung menjadi member Oriflame di grup d’BC Network, hanya Rp 49.000,00
– Kumpulkan bonus points belanja Anda di bulan Januari ini hingga 175 bonus points dan Anda bisa mendapatkan New You Watch (Jam tangan cewek) GRATIS senilai Rp. 498.000,00

Cincinnya manaaa??? yuhuuuu, ini dia

– Kumpulkan bonus points belanja Anda di bulan Januari ini hingga 200 bonus points dan Anda bisa mendapatkan “New You Watch & Ring” GRATIS senilai Rp. 627.000,00

Gimana??? Udah keblinger blink-blinknya??? Yuuuk buruan gabung. Inget ya, promo ini hanya di bulan Januari 2014 looo ^_^

Penajam Paser Utara, Jan 14, 2014

09.10 a.m (WITA)

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan

My Oriflame Story of the Day

Tomboy atau Waria???

Semangat Oriiiiii….!!!

Hehehe, sebenernya aku udah mulai nulis cerita ini dari tadi malem. Tapi ni kepala tiba-tiba tuing-tuing, pusing gitu. Hahaha. Padahal ini mata masih 300 watt, masih semangat nuliiis. Ya udah deh. Finally, matiin leppy trus rehat. Alhamdulillah, hari ini bisa selesai.

Happy reading guys 😀

😀 🙂 😀 🙂 😀

Good evening buddies!!! 😀

Jadi inget taruna-taruna gundul AKPELNI 😛

Yuhuuuu, misss U guys ^^

Well, Trisnie mau bagi cerita oriflame pagi ini (Jan 6, 2014) . Simak baik-baik yaaaa??? Anggep aja dongeng sebelum tidur 😀

Pada hari ini, datang juga penolakan ke-43. Hadewwh, belum ada downline 1 pun. Itu artinya perolehan point masih tergantung pada diri sendiri. Mulailah ini otak muter-muter, mau dibawa kemana ni 20 katalog? Tetangga juga belum banyak yang kenal. Mau door to door, eeeh si HB bukannya ngasih izin tapi malah nawarin tiket PP Kalimantan-Jawa buat presentasi di Ponorogo. Syeeeek asyyeeeekkk.

Langsung dah sms sana sms sini, telfon dia, dia, dia, siapa tau mau bantu gitu. Ternyata kegiranganku ini tidak bertahan lama. Nihil. Belum ada yang tertarik. Lemes aku. Eiiiiiitsss, tunggu dulu. Baru inget kalo tadi pagi juga ngirim katalog oriflame buat ibuk di Ponorogo. Pelanggan jahit ibukku kan banyak beud, hampir semuanya adalah wanita, entah itu anak-anak, remaja, dewasa atau ibu-ibu RT. Nah, dari semua pelanggan ini, mayoritas betah banget ngoborol ngalor-ngidul sama ibuk dulu setelah hajat mereka selesai. Standarnya orang jahitin baju itu kan datang nganterin kain, milih gambar atau sebagian juga ada yang udah bawa model sendiri, trus diukur. Selesai deh. Nggak sampai 15 menit lah kalo orangnya nggak rewel. Buat yang rewel 30 menit itu cukup lah.

Berlanjut ya, setelah bertahun-tahun tinggal 1 atap dengan ibuk, hafallah aku, mana ibu-ibu yang betah berlama-lama ngobrol.  Kata ibuk orang-orang itu betah berlama-lama di rumahku karena ibuk itu enak diajak ngobrol. Nah, dari sini timbul ide buat ngirim katalog oriflame ke rumah. Lumayan kan kalo bisa ngumpul order 50-60 BP. Hahaha. Jadilah 10 katalog plus 5 bendel summary fakta & serba-serbi bisnis oriflame, 5 bendel testimoni orang-orang yang telah sukses menapaki tangga success plannya oriflame, dan 5 bendel keterangan produk nutrishake terpaking pagi ini dan langsung memanfaatkan jasa pos Indonesia. Kilat khusus, Kamis depan InsyaAllah sampai.  Semoga ada 10 orang membaca bendel-bendel summaryku dan tertarik untuk bergabung bisnis ini. Amin.

Oke, urusan kirim mengirim udah selesai ya. Sekarang ganti cerita baru ni 😀

Hari ini HB pulang jam 17.00 WITA. Langsung dah ngeluarin bekal makan siang yang masih utuh dan belum tersentuh. “Aku laper, tadi siang nggak makan. Lupa kalo bawa bekal,” kata HB sambil nyengir dan langsung melahap habis isinya. Aku temani HB makan sambil memotong sayur untuk dimasak. “Yuk ntar malem beli gule,” kata HB disela-sela makan. Langsung aku jawab, “Boleh boleh boleh. Ya udah nggak usah masak.” Sebenarnya bukan gule kambing seperti di Jawa, susah cari gule kambing di Borneo ini. Trus gule apa dong? Gule sapi. Hehehe. Imitasinya gule kambing gitu deeh, nggak ada satenya pula. Tapi cukuplah buat ngobati getir lidah yang kangen rasa gule.

Tapi Tuhan berkehendak lain. Warungnya tutuuuuuppp. Hahahahaa. Pelanggan kecewa. Langsung dah puter balik, tengok sana tengok sini, akhirnya makan seadanya aja yang penting cepet saji, udah kukurunyuk ni perut. Harus cepet-cepet diisi.

Selesai makan, lanjut ke rencana awal. Jadi gini, sebelum berangkat tadi aku udah ada trencana untuk nyebar 2 katalog malam ini. Akhirnya aku tentuin dah targetnya. Ibu si pemilik toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan mbak baik hati pemilik toko kelontong yang suka kasih diskon. Hehehe.

Alhamdulillah, target pertama berhasil. Ceritanya, aku masuk toko, tujuannya maubeli garam dan mie. Garamnya ketemu tapi mie-nya nggak ketemu. Tanyalah aku sama mbak penjualnya. Oh ya, tadi itu yang melayani anak ceweknya, cakeeep beud. Hehehe. Setelah mbak tadi celingak-celinguk nggak nemuain barang yang mau aku beli, 1 jawaban yang aku terima, “Mie-nya habis mbak,” kata dia. Langsung aku ganti pertanyaanku, “Kalo cling pembersih kaca mbak?” Maklum, aku udah muterin toko yang nggak seberapa besar itu tapi nggak ketemu. “Bentar ya mbak,” katanya setelah nggak menemukan juga apa yang ku cari dan langsung berlari ke belakang untuk tanya ibunya. Dari dalam aku dengar ibunya berterikak kalau benda yang aku cari itu ada di dekat baby stuff atau di etalase. Langsung mataku tertuju ke baby stuff yang tepat terpampang di depan tempatku berdiri. Cepat kuedarkan pandangan menelanjangi sekujur baby stuff. Nihil. Berarti ada di etalase, semoga saja. Benar saja, mbaknya tadi langsung memanggilku, “Ini mb cling-nya, berapa?,” tanyanya kemudian. “1 aja mb,” jawabku. “Oh  ya, wiper-nya ada juga?,” lanjutku. “Wah, maaf mbak nggak menyediakan wiper disini. Apa lagi mbak?.” “Itu aja mb?” Sambil menunggu dia menotal belanjaanku, iseng-iseng aku muter di rak snack. Potato, chitato, taro, qytela, semua melambaikan tangan ke arahku. Maaf ya kawan, aku lagi tidak berselera melahap kalian 😀 Sepersekian detik langsung ku putar kepalaku dan sreeettt, pandanganku jatuh pada sekotak tango, ada vanila dan coklat. Yaps, chocolate is my destination one. Cepat-cepat ku raih dan menambahkannya pada keranjang belanjaku. “Sudah mbak, berapa semua?,” tanyaku. “Rp 18.000,00 mbak.” Langsung ku keluarkan dompet dan memilih jumlah rupiah yang pas atau paling tidak mendekati angka itu lah. Sambil terus mengacak-acak isi dompetku, beraksilah aku, “Mbak, tertarik pakai produk oriflame kah?” tanyaku dengan diakhiri ‘kah.’ Heran juga aku sejak kapan logat Jawaku ikut-ikutan trans. “Mbak jualan oriflame kah?,” dia tanya balik. “Iya mbak,” jawabku singkat, “Mau  liat-liat katalognya kah?,” lanjutku. “Bawa kah?,” Waaaooowww mulai tertarik dia. Langsung ku keluarkan sebuah katalog oriflame yang sudah ku tempel identitasku di cover depannya. “Ini mbak, baca-baca dulu. Ntar kalo mau order, hubungi saya ya mbak. Nama dan nomor hp saya udah tertempel di depan,” kataku panjang lebar.”Mbak tinggal dimana kah?,”  “Di Petung mbak.” Bodoh juga aku ini, toko ini juga ada di Petung, harusnya aku tadi jawab di RT.014 Petung. Hahaha. “Ini ditinggal disini kah mbak?” tanya dia ketika aku langsung cabut setelah selesai melakukan transaksi. “Iya mbak, lihat-lihat aja dulu. Kalo ada yang cocok silahkan order. Permisi ya mbak.”

Wuuuuzzzz, ada perasaan lega luar biasa. 1 katalog telah berpindah tangan. Semoga ada rezeki yang dititipkan Sang Rozzaq lewat mbak cakep beud tadi. Amin.

Lanjut pada target selanjutnya, toko kelontong si mbak baik hati. Sebenernya aku udah lupa-lupa inget dimana kiosnya. Mungkinkah sudah terlewat? Dan benar saja, si HB berhenti di depan toko kelontong yang lain, bukan punya si mbak baik hati. Dalam hati aku bergumam, “Ya Allah, kok rame gini, gimana mau ngobrol sama empunya toko.” Tapi ya udahlah nggak apa-apa. Aku langsung masuk. Ku edarkan 2 bola mata untuk menyisir seluruh penjuru toko yang terbagi menjadi 2 tempat dengan sebuah sekat teralis besi di tengahnya. Ternyata barang yang aku cari berada di sebelah. Berjalanlah aku kesana. Milih-milih perkakas yang mau aku beli. Tak lama kemudian, si HB udah muncul di belakangku. Mau beli ‘welcome’ dia. Tau kan ‘welcome’ itu bahasa Indonesianya apa? Selamat datang? Yups bener sekali. Tapi disini yang dimaksud adalah ‘welcome’ yang buat keset itu lo, yang ditaruh di depan pintu masuk. Hahaha. “Eh, itu ada wiper,” kata si HB tiba-tiba dan langsung menuju ke wipers yang tersedia disana. Ada beberapa pilihan warna. “Mau warna apa?” tanyaku. “Ijo,” jawab HB spontan. Hahaha. Lagi hoby beud warna ijo, hampir semua perkakas warna ijo, kalo nggak ada ijo, kuning gading is oke lah 😀

1 barang udah di tangan. Lanjut dah milih-milih lagi. Alhamdulillah, semuanya dapet. Wiper, mangkuk besar, sendok sayur dan si welcome. Ckikikikiiiikkk. Yuk bayar.

Dasar aku ini suka laper mata kalo udah di depan stationery. Hehehe. Selalu aja tertarik sama pernak-pernik lucu yang tergantung di bolpoint. Untung si mbak penjual segera menghampiri aku. “Sudah mbak? Tambah apalagi?” tanyanya dari belakang etalase. Shop keeper-nya adalah seorang wanita berjilbab usia 20-30 an lah. Bertubuh mini. Polos beud mukanya, tanpa coret moret make up.  “Udah mb, langsung total aja.” Langsung dah mencet-mencet tombol kalkulatornya. Sambil nunggu dia ngitung, aku tengok ke belakang. Ada seorang wanita dan pria yang sedang bercakap-cakap di sana. Si wanita di belakang etalase dan si pria di depan etalase. Aku pikir si mbak yang berdiri di belakamngku itu owner tokonya dan si mbak di depanku ini adalah assitennya. Ada sedikit penyesalan di hatiku, kenapa nggak mbaknya itu yang melayani aku ya. Karena muka si mbak itu tampak akrab dengan make up. Terlihat ada sapuan bedak minimalis dan bentuk alis yang rapi. Waaah, sasaran empuk sebenarnya. Tapi tiba-tiba dia bilang, “Fit aku pulang dulu ya. Ntar kalo ada barang bagus aku kesini lagi.” Meleset dah tebakanku. Dia hanya pengunjung. “Rp 73.000, 00 mbak.” Haaa…aku gelagapan. “Semua Rp 73.000,00 mbak. Dah Rp 70.000, aja.” Yuhuuuu, diskon cantik untuk konsumen cantik 😀 Buru-buru aku keluarkan dompet dan mencari jumlah rupiah yang pas. Pembayaran lunas. Sebelum cabut langsung deh aku tembak mbak di depanku ini, berhubung sudah malem dan keperluanku sudah selesai. “Mbak, tertarik produknya oriflame kah?” pertanyaan serupa aku lontarkan ke-2 kalinya untuk 2 orang yang berbeda. “Haaah…apa mbak?” tanyanya sedetik kemudian sambil menatap lurus ke mataku. JLEBBB. Merinding aku ditatapnya kaya gitu. Sebisa mungkin aku kendalikan rasa takutku dan kuulangi lagi pertanyaanku. “Tertarikkah pada produknya oriflame? Kalo tertarik saya bawa katalognya ni, buat dilihat-lihat.” Kembali dia menatapku dan bertanya, “Apa itu? $$$$$$$$$$$$$$$$$$$…..” Hanya ‘apa itu’ saja yang terdengar jelas di telingaku. Selanjutnya dia mencerecau tak karuan. Kok jadi agak cadel dan nggak jelas gini ngomongnya. Ditambah dengan dagunya yang ditarik penuh sampai leher. Belum lagi, tatapannya itu looo, mendelik. Wooooo. Kaya mata cowok. “Srreeeeeet” dia bergerak menjangkau tas kresek hitam di belakangnya. Wah hafal aku model-model kaya gini. Ragu juga aku mau memastikan. Tomboy??? Waria??? Waaahhhh, aku nggak mau berpikir aneh-aneh. Matanya itu lo masih mengekor. Serasa ditelanjangi. Langsung dah ambil ancang-ancang. “Ya udah mbak kalo nggak tertarik. Permisi dulu ya mbak.” Weeeeerrrrrrrrr,,,kenceng beud kaki ini melesat. Tau-tau udah disamping HB. Tanpa ba bi bu, HB langsung tancap gas. Pulang.

Di jalan aku tak henti-hentinya menepis semua ketakutanku. Allahu Robb, lindungi hatiku dari berburuk sangka. Aku anggap ini hanya perasaan sedikit shock karena memang ini adalah kali pertama aku bertemu orang itu dan semoga tidak menjadikanku kapok belanja disana.

Huuuufttt, semoga hari esok lebih cerah. Belum ada tanda-tanda prospek ataupun orderan yang dateng buat tutup poin bulan ini. Fine, harus terus bergerak. Pasti bisa. Insya Allah.

Penajam Paser Utara, Jan 7, 2014

12.21 p.m (WITA)

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan

Uncategorized

Produk Oriflame

Semangat Oriiiiii….!!!

Hello buddies ^^

Sudah bangun semuaaaa??? 😛

Hehehe…maklum kan hari Minggu, hari get up late sedunia 😀

Weekend kemana guys???

Nonton, shopping, jalan-jalan ke mall, climbing, diving, atau di rumah aja ne?

Nonton Edensor!!!

Whattt?????

Waaaahhh, itu kan film yang pengen banget aku tonton sejak 1 minggu lalu tapi belum juga kesampaian. Waaaaaaaaaaa…..nangis gulung-gulung :-‘(

Ouuuh, that’s one of my bad childish guys 😀 

Yaps, di postingan sebelumnya Trisnie udah show off tentang apa itu oriflame dan 

Fun in Business

Fakta Oriflame

Semangat Oriiiii…!!!

Haaaiiii….

Sehat semua??? Alhamdulillah 🙂

Udah sarapan semua kan? Inget lo ya, sarapan itu penting, lebih penting dari lunch dan dinner 

Leah E. Cahill, Ph.D., kepala pengarang dan Postdoctoral Research Fellow di Department of Nutrition di Harvard School of Public Health, dalam sebuah pernyataannya menyatakan bahwa, “Melewatkan sarapan pagi bisa menimbulkan salah satu faktor resiko atau lebih, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes, yang pada akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung seiring perjalanan waktu.” (Baca keterangan lebih lanjutnya di http://novenrique.blogspot.com/2013/07/bahaya-melewatkan-sarapan-pagi.html)

Tuh kaaan, catett itu, kalo perlu diprint dalam huruf besar-besar dan tempel di kamar, meja makan, dapur, sampai kamar mandi kalau perlu 😛 Inget ya guys, kesehatan itu karunia Tuhan yang paling berharga. No health, no work, no money, no breakfast, lunch or dinner. So, yuuuk budayakan sarapan ya ^^

Kembali ke topik semula ya guys. Postingan kali ini akan membeberkan beberapa fakta yang notabene menjadikan oriflame itu sebagai produk kecantikan alami yang paling laris di dunia dan sangat digemari para wanita. Apa saja sih hal yang membuat oriflame bisa tetep eksis dan menempati peringkat atas di kancah dunia penjualan produk kecantikan? Berikut postingannya 🙂

Fakta tentang Oriflame:

  1. Didirikan pada tahun 1967 di Swedia
  2. Terdaftar pada bursa saham Stockholm (Stockholm Stock Exchange)
  3. Kini telah berada di lebih dari 60 negara di dunia
  4. 5 unit produksi sendiri di Swedia, Polandia, Cina, Rusia dan India
  5. Global R & D Center dengan lebih dari 100 ilmuwan
  6. 1.600.000 Consultants tersebar di seluruh dunia
  7. 4.200 karyawan di seluruh dunia
  8. Penjualan tahunan mencapai 600 juta EURO
  9. Oriflame mencetak 72 juta katalog dalam 35 bahasa dalam setahun.

Wooowwww, kebayang kan gimana hebatnya oriflame. Sedikit cerita ni ya. Dulu saya sempet meragukan oriflame loh, apa iya oriflame ini bisa memberikan penghasilan yang baik untuk saya dan masa depan calon anak-anak (maklum, I’m just married) saya??? Tapi setelah googling sana, googling sini, membaca puluhan artikel tentang oriflame dan testimoninya Dini Santi, Nadia Meutia dan ratusan orang yang berhasil free finance dari oriflame, serta tak ketinggalan saya telah menhatamkan  bolak-balik success plan-nya oriflame yang bikin ngilerr itu, saya mantabkan hati dan bulatkan tekad saya untuk fokus pada oriflame. Niat, tekad, kerja keras, sabar, istiqomah dan tawakal. Insya Allah BISA!!!

Yaps, I’m oriflamer, what about you? ^^

Penajam Paser Utara, Jan 4, 2014

12.30 p.m (WITA)

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan

Fun in Business

Mengenal Oriflame

Semangat Orrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..!!!

Haiii, halooooo…..what’s up!!! ^^

Udah pada tau belum si Oriflame itu apa?

Itu lo rangkaian produk kecantikan alami dari Swedia 🙂

Hehehe, sudah connect lagi kan ingatannya?

Oke guys, to the point aja yaaahhh…

Berikut ini Trisnie bagikan sejarah singkat lahirnya Oriflame.

Jangan ngaku Oriflamer ya kalau belum membaca,  memahami, dan menghafal seluk beluk berdirinya Oriflame.

Well, check it out…!!!

Oriflame adalah sebuah perusahaan kosmetika alami dari Swedia.

Pada tahun 1967 dua orang bersaudara, Jonas dan Robert af Jochnick, memutuskan untuk memulai bisnis. Mereka masih muda, berambisi dan memiliki jiwa wirausaha – dan mereka mempunyai visi yang kuat. Mereka ingin menciptakan perusahaan kosmetika yang menawarkan jenis kosmetika yang berbeda dari yang telah ada pada waktu itu: salah satunya berbahan dasar alami. Mereka juga ingin memulai metode distribusi produk yang baru yang inovatif, yaitu menjual produk yang dihasilkannya langsung kepada pelanggan.

Mengetahui bahwa wanita Swedia terkenal akan kecantikan alaminya, mereka berpikir: “Bagaimana jika kita mengemasnya dalam botol?” Maka mereka mulai memformulasikan produk perawatan kulit berbahan dasar alami dari Skandinavia, seperti cloudberry, birch bark, dan lainnya. Mereka mengembangkan formulasi yang aman, efektif, serta dengan wewangian yang lembut. Seri perawatan kulit Oriflame Swedish Care diluncurkan dalam waktu singkat. Saat ini, telah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Sejak awal, Oriflame merupakan pelopor tidak diujicobakan pada hewan, jauh sebelum industri lain melakukan hal ini.

Sejalan dengan itu, Jochnick bersaudara mengembangkan dan memulai sebuah metode penjualan langsung dimana Sales Consultant yang terlatih langsung membawa produk langsung ke rumah pelanggan mereka. Orang senang untuk membeli produk kecantikan alami yang langsung ditunjukkan kepada mereka oleh seorang teman yang telah mereka kenal dan percaya. Para Consultant memberikan saran dan kesempatan untuk mencoba produk sebelum membelinya. Jika pelanggan tidak puas, Oriflame menawarkan garansi uang kembali. Perluasan wilayah penjualan merupakan konsekwensi alami dari kesuksesan Oriflame di Swedia. Hanya dalam waktu dua tahun, perusahaan berkembang ke Finlandia, Denmark dan Norwegia, dan pada pertengahan tahun 80-an, Oriflame telah digunakan oleh wanita di negara-negara yang sangat jauh seperti di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan, pabrik Oriflame yang pertama didirikan di Dublin, Irlandia pada tahun 1978. Ini membuat perusahaan makin dapat fokus pada pengembangan formulasi perawatan kulit, dan kosmetika yang terbukti efektif dan aman, berbahan dasar alami.
Pembukaan cabang di negara Eropa Timur pada tahun 1990 memberikan peluang besar bagi Oriflame untuk menguasai pasar dengan kualitas produknya, harga yang terjangkau serta sistem penjualannya yang unik. Pabrik kedua di Warsawa pun didirikan pada tahun 1995 untuk memenuhi permintaan yang meningkat secara drastis.

Tahun 90-an telah menunjukkan perkembangan spektakuler dalam sejarah perusahaan – total penjualan naik hingga 500%, menjadikan Oriflame sebagai perusahaan dengan sistem penjualan langsung yang paling cepat berkembang di dunia. Tahun 1997 Oriflame Eastern Europe S.A. dan Oriflame International S.A. melebur menjadi satu untuk menggabungkan sumber daya masing-masing untuk menghadapi tantangan investasi di tahun-tahun mendatang.
Bisnis Oriflame telah berkembang dengan sukses di seluruh dunia. Sekarang, perusahaan telah beroperasi di 5 benua dan lebih dari 60 negara – dari Peru hingga Vietnam, dari Russia hingga Morocco. Expansi yang agresif dimulai pada awal tahun 90-an membuat perusahaan berkembang delapan kali lipat hanya dalam sepuluh tahun.

Oriflame beroperasi di Indonesia sejak tahun 1986 di bawah PT. Orindo Alam Ayu dan berkantor pusat di Jl. Bulungan No. 16 Jakarta. Pada saat itu Oriflame merupakan pelopor MLM di Indonesia.

Kini Oriflame telah menyebar di lebih dari 69 negara tersebar di 5 benua, di dunia. Oriflame juga terdaftar di Bursa Saham Stockholm dan merupakan satu-satunya perusahaan yang omsetnya dapat menyalip perusahaan Microsoft (merupakan perusahan terbesar di dunia awalnya)

Gimana guys…udah gamblang kan sekarang pengetahuan kalian tentang Oriflame?

Tahun berapa oriflame itu berdiri, siapa pendirinya, apa saja kelebihan produk oriflame, bagaimana oriflame bisa menembus pasar dunia, dan bagaimana oriflame bisa masuk ke Indonesia. Yupp, pasti dapet 100 semua ni kalau bener-bener paham postingan di atas 😀

Sampai disini dulu ya cerita tentang asal usul oriflame. Postingan selanjutnya akan membahas beberapa fakta yang menjadi kelebihan produk ini dan pastinya semua dapat dipertanggungjawabkan Oriflame.

CU guys ^^

Penajam Paser Utara, Jan 4th, 2014

12.54 p.m (WITA)

Independent Oriflame Consultant

Trisnie Sofyan